Persiapan Peluncuran Mitsubishi Delica Baru – Dealer Mitsubishi Daan Mogot

Rumornya berhenti diproduksi, Mitsubishi Delica generasi baru malah tertangkap kamera. MPV bongsor itu, terlihat sedang uji jalan di kondisi cuaca ekstrem bersalju. Itu berarti Delica baru, masih membawa karakter tangguh DNA Mitsubishi. Meski ditutupi stiker kamuflase, beberapa bagian desain eksterior bisa dilihat bedanya dengan generasi yang dijual terakhir.

Tahun lalu, ujud konsep Delica generasi baru diperkenalkan. Desain eksteriornya lebih dinamis dan membawa nuansa sang adik Mitsubishi Xpander, khususnya pada bagian wajahnya yang mirip. Sedang pada spyshot yang beredar bagian wajahnya ditutupi. Tapi posisi dan desain lampu masih bisa terlihat bentukya mendekati versi konsep.

Dari penampilan samping terlihat seperti Delica yang lama, masih kuat bentuk boxy-nya. Sejumlah desain juga jauh dari yang ditawarkan konsep seperti bagian jendela samping, overhang dan fender. Sangat berbeda dengan versi konsep. Begitu juga desain buritan. Desain lampu belakang telihat tak semenarik milik Delica konsep.

Dari yang sudah dilaporkan, Delica nanti tak lagi memakai skema gerak roda depan. Penggerak empat roda AWD andalan Mitsubishi S-AWC (Super All Wheel Control) bakal mengambil alih pada Delica baru nanti. Untuk dapur produksi, mesin diesel 2,2 liter yang bakal jadi bintangnya. Ekspektasi output dayanya mencapai 170 hp dan torsi puncak 392 Nm. Sedang kemungkinan mesin bensin masih belum dijelaskan ketersediaannya. Delica generasi baru diekspektasi mendebut sebelum tahun ini berakhir.

Generasi terkini Mitsubishi Delica sudah beredar cukup lama, bahkan di negara kelahirannya. Sejak 2007, Delica beberapa kali disegarkan dan pada 2013 debut mesin berbahan bakar solar. Di Indonesia, Delica didukung mesin bensin 2,0 liter MIVEC dengan transmisi CVT. Satu kelas bersama Nissan Serena dan Toyota Voxy.

Kelebihan Mitsubishi Delica terletak pada kabin praktis dan lapang serta karakter SUV dengan ground clearance lebih tinggi dari kompetitor sejenis. Meski begitu, MPV ini kurang populer di Indonesia. Soal harga dan performa jadi alasan mobil ini kurang bisa bersaing di segmen MPV besar Indonesia.

SUMBER :  oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *