Bagaimana Proyeksi Mitsubishi Fuso Fighter di Skala Nasional

Bagaimana Proyeksi Mitsubishi Fuso Fighter di Skala NasionalBagaimana Proyeksi Mitsubishi Fuso Fighter di Skala Nasional

Mitsubishi Fuso Fighter, produk teranyar PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Truk ini diandalkan sebagai perluasan model Medium Duty Truck (MDT) Fuso yang sudah lama beredar. Beragam keunggulan coba ditawarkan truk anyar ini, mulai dari kenyamanan, performa hingga efisiensi bahan bakar. Lantas, bagaimana perkembangannya sejak peluncuran Nasional beberapa waktu lalu?

Pihak KTB menjelaskan, datanya belum rampung. Distribusi Fuso Fighter se-Indonesia yang masih seumur jagung, belum bisa diukur dan tak bisa jadi patokan untuk menentukan strategi selanjutnya. “Fighter memang salah satu modal tambahan kami untuk meningkatkan share di kelas MDT,” ungkap Duljatmono, Direktur Sales dan Marketing PT KTB, kemarin (7/2) di Medan.

“Secara bertahap sebenarnya tahun lalu sudah kami luncurkan di Sumatra, mulai kuartal keempat 2018. Dan waktu itu, baru lima varian yang kami siapkan, 4×2 itu 3 tipe dan 6×2 dan 6×4. Dan responsnya hingga akhir tahun, sudah 100 lebih,” imbuh pria yang akrab disapa Momon.

“Respons positif dari konsumen, membuat kami semakin yakin untuk mengedarkannya secara nasional. Sebab itu di Januari, kami pasarkan,” imbuhnya. Dengan pertimbangan ini, rencana besar KTB menguasai lebih dari 35-40 % pasar MDT pada tahun fiskal 2019. Kontribusi Fuso yang kian membesar dengan kehadiran Fighter, diharap bisa membuat KTB mendominasi pasar truk Nasional.

Penguasaan pasar hingga 50% pun jadi harapan yang sangat optimis. Pasalnya, pada 2018, mereka baru meraih 43,9% pangsa pasar. Jumlah ini merepresentasikan penjualan truk sebanyak 51.132 unit dalam tempo satu tahun. Di satu sisi, mereka memang sudah menjadi market leader untuk jenis kendaraan truk di Indonesia. Namun nampaknya, hal itu tak membuat KTB puas hingga akhirnya memutuskan distribusi besar-besaran pada Fuso Fighter.

Harga Fuso Fighter memang terbilang menarik. Ditawarkan mulai dari Rp 553 – 587 juta untuk varian 4×2, Rp 679 – 696 juta untuk 6×2 dan varian 6×4 di rentang Rp 784 – 805 juta. Sementara varian 6×4 Tractor Head dibanderol Rp 894 juta.

“Fighter dari segi spek, performa itu responsnya bagus. Kenapa kami pasarkan dulu di Sumut? Itu karena share kita di Sumatra kontribusinya cukup besar secara Nasional. Itu adalah indikator yang membuat kami bisa mengambil langkah, khususnya di kelas MDT. Rata-rata kurang lebih 75 unit perbulan penjualan Fuso Fighter dibukukan di Sumut,” jelas Momon. Sayang hal ini belum juga menjawab bagiamana capaian Fuso Fighter di level Nasional setelah peluncuran 24 Januari lalu.

“Truk, setelah dijual kan ada proses karoseri, jadi baru bisa tahu 2 bulan lagi. kria-kira Mei-Juni. Hal ini menurut Momon yang membuat indennya masih bertahap. Jadi kalau secara nasional kami belum bisa jawab,” tutupnya.

SUMBER : oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *